Kamis, 20 Maret 2014

review analisis laporan keuangan



Judul               :Analisis kinerja keuangan pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “Karya Sejahtera” Kabupaten Blorai
Penulis             : Suprantiningrum
Jurnal               : Media Ekonomi  dan  Manajemen
Volume           : 55
Tahun              : 2008
Nomor             : 1

Latar Belakang

Suatu perusahaan baik itu perusahaan dagang, perusahaan jasa maupun perusahaan industri selalu membuat atau menyusun laporan keuangan yang pada dasarnya sangat dibutuhkan pihak dalam perusahaan itu sendiri maupun pihak luar perusahaan. Seperti para kreditur, para investor, bankers, pemerintah dan lain sebagainya. Dengan demikian laporan keuangan merupakan suatu informasi penting bagi pihak-pihak yang berkaitan dengan perusahaan tersebut. Dengan adanya laporan keuangan, pihak-pihak yang berkaitan dengan perusahaan akan dapat mengetahui keadaan perusahaan. Keadaan-keadaan tersebut adalah mengenai sejauh mana keberhasilan  dan perkembangan perusahaan, apakah ada peningkatan atau sebaliknya terjadi penurunan dari suatu periode ke periode berikutnya. Laporan keuangan tersebut memperlihatkan aktivitas perusahaan dalam suatu periode tertentu yang dinyatakan dalam bentuk uang.

Untuk memperoleh gambaran mengenai perkembangan keuangan perusahaan, perlu diadakan suatu analisa terhadap data keuangan suatu perusahaan yang dikonfirmasikan didalam laporan keuangan yang meliputi : Neraca, Perhitungan Laba Rugi dan Ikhtisar perubahan kekayaan bersih. Namun demikian laporan keuangan hanya menyajikan data yang bersifat umum yang merupakan suatu daftar atau laporan saja. Dengan demikian perlu dilakukan

analisa lebih jauh agar laporan keuangan tersebut relevan, jelas, netral, tapat waktu, komplit/ lengkap serta dapat dipercaya sehngga dapat digunakan sebagai informasi dalam pengambilan keputusan. Untuk itu dilaksanakan suatu standar perbandingan yang disebut dengan “Analisa Laporan Keuangan.” Adapun analisa dan interpretasi terhadap laporan keuangan yang dilakukan antara lain dengan menggunakan analisa rasio yang bertujuan untuk menentukan dan mengatur tingkat likuiditas, profitabilitas, leverage, dan aktivitas usaha dari perusahaan. Dengan membuat perhitungan-perhitungan ini diharapkan akan mengetahui kelemahan dan kelebihan perusahaan tersebut yang dapat digunakan sebagai dasar penyusunan rencana pada masa yang akan datang. Seperti umumnya suatu badan usaha Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “Karya Sejahtera” Kabupaten Blorai juga menyusun laporan keuangan guna memberikan gambaran/ informasi yang menyeluruh mengenai keadaan harta, hutang, modal/ pendapatan hasil dan biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan agar dapat berguna bagi perusahaan itu.

Atas dasar manfaat inilah penulis merasa tertarik untuk memilih judul “Analisa Laporan Keuangan Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “Karya Sejahtera” Kabupaten Blorai sebagai judul tugas akhir ini dan pada tugas akhir ini penulis membatasi ruang lingkup pembahasan mengenai laporan keuangan yang dipegunakan, yaitu : pada Neraca dan Analisa pada Laporan Laba Rugi dan pada tugas akhir ini penulis.

Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan Koperasi Pegawai Republik Indonesia karya sejahtera Kabupaten Blorai. Untuk mengetahui tingkat kesehatan kinerja keuangan KPRI “Mapan Sejahtera” Kabupaten Blorai, yang dilihat dari analisis rasio keuangan yang meliputi likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas, serta analisis omset dan modal sendiri pada periode tahun 2008. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif evaluatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan pada KPRI “Mapan Sejahtera” Kabupaten Blorai
  
Rumusan Masalah

1. Untuk dapat memperoleh gambaran secara jelas sifat dan perkembangan perubahan yang dialami perusahaan dari waktu kewaktu, maka dianjurkan agar perusahaan menyusun laporan keuangan komperatif setidaknya untuk dua atau tiga tahun terakhir. Adapun laporan keuangan biasanya menyajikan informasi yang bersifat historis dan umum, dengan tujuan utama penyajiannya adalah kepada berbagai pihak tersebut benar-benar merupakan suatu informasi. Umumnya informasi yang disajikan berhubungan dengan kegiatan usaha pokok perusahaan (Rugi/ Laba) yang relatif sama.
 2. Adapun permasalahan yang dibahas penulis dalam tugas akhir ini adalah Apakah laporan keuangan yang disajikan sudah tepat sehingga benar-benar menjadi suatu informasi yang handal dan apakah informasi tersebut telah berfungsi dengan baik dalam pengambilan keputusan.

                        
Metode Penelitian

Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis terhadap laporan keuangan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “Karya Sejahtera” Kabupaten Blora untuk mengetahui keadaan dan perkembangan koperasi selama lima tahun terakhir, yaitu dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005.
Untuk menganalisis kinerja dengan ratio keuangan maka diambil laporan keuangan yang merupakan gambaran atau laporan peristiwa-peristiwa keuangan yang terjadi dalam KPRI “Karya Sejahtera” Kabupaten Blorai selama periode tahun 2001 sampai dengan tahun 2005.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

1.      Laporan Keuangan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “Karya Sejahtera” Kabupaten Blora
Dari laporan keuangan terlihat adanya kenaikan maupun penurunan perposnya dari tahun ke tahun, tetapi hal ini belum menjamin bahwa kondisi keuangan dan kinerja KPRI “Karya Sejahter” Kabupaten Blora benar-benar sehat atau kurang sehat, hal ini perlu dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan analisis ratio keuangan.
Analisis laporan keuangan KPRI “Karya Sejahter” Kabupaten Blora yang tediri dari ratio likuiditas, ratio solvabilitas, dan ratio rentabilitas akan dibahas sebagai berikut.
Adapun standar patokan yang digunakan untuk menilai kinerja adalah rata-rata setiap ratio selama 5 tahun, mulai tahun 2001-2005 setelah dikalikan dengan index (tahun dasar 2001=100). Dengan angka index ini dimaksudkan untuk membandingkan nilai yang dulu dengan nilai sekarang.
TABEL : 1
Standart ( Ratio Historis Rata-rata ) Rasio Keuangan
KPRI “Karya Sejahter” Kabupaten Blora
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5EeWuBdeMlkk0zbL-C7yN1vkt5_nFSjuYVrmMkt8COMdseCLFvM3syturtc65pXT9ys-E-1TlAi-B_hSn_ujzrEZrtHZHJUKFNVc9xXjbHAL45J95ju-TTIYdDmwn39cA-xIWmz3kn3Y/s320/1.bmp
 
1.1.Ratio Likuiditas KPRI “Karya Sejahter” Kabupaten Blora
Untuk mengetahui sehat tidaknya likuiditas koperasi digunakan pedoman pada kemampuan koperasi untuk melunasi hutang-hutangnya yang segera jatuh tempo (hutang jangka pendek). Likuiditas koperasi dapat diukur dengan menggunakan beberapa ratio likuiditas sebagi berikut :
a.      Current Ratio
Current ratio merupakan ukuran yang paling umum digunakan untuk mengetahui kesanggupan kewajiban jangka pendek.
Current ratio KPRI “Karya Sejahtera” Kabupaten Blora selama lima tahun terakhir (2001-2005) terlihat dalam tabel berikut ini :
TABEL : 2
Current ratio KPRI “Karya Sejahter” Kabupaten Blora
Dari Tahun 2001 – 2005
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFYkGLLzVtppj7MMQ1oXJMpcRDOFco0jGS7EslKQrFqunPwnqdd-fxpeCI47Qb10fTeSRQTjjp08nChATQgQkbL9MWsd7ZpW6OSKlzo4gGyA-4i57CVbXzvaKegCO_y38CFVlAUdhkaNA/s320/2.bmp
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhl34hCmnvguM9tSDnWDFswkm-riZWv-BdU1RkU7a2IH0u_PplbTnBP2W1eAjCIFfQmRLsV1_lArAfrtMTE8A41cAvpYFlDVqhHIfbs7zCtYzciyDQJH9xJNKziFs-n-srNYs61_zyV_s0/s320/3.bmp

a.      Quick Ratio
Quick ratio adalah perbandingan antara aktiva lancar setelah dikurangi peersediaan barang dagangan dan sisanya dibagi dengan hutang lancar. Mengukur kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendek tanpa dikatikan dengan penjualan persediaan adalah penting (Weston dan Brigham, 1993, hal 296). Quick ratio KPRI “Karya Sejahtera” Kabupaten Blora selama lima tahun dapat dilihat pada tabel berikut ini :
TABEL : 3
Quick Ratio KPRI “Karya Sejahtera” Kabupaten Blora
Dari Tahun 2001 - 2005
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXeDgRHRUUOIwshQxbQiMIkDc8Bhd2uiVYBu0baHsZF94tfayquhk2DHZApgcdxdyDJNWdJcvceRqNp1LlI4rVvrAfrlD2UfoZw0IXSheEG8zJ_QCTeH7AEORfHrjbsVhaVaehwWjTFHA/s320/4.bmp
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOTGKGRKbUsd75IikQ53dKAvb_uVjg9Fp7nliP0aqgR7nJChzw8vcgQKv8w_tGtUM2BVKMNh8LW5bXcGLKQMVWUON3mGx8vtOQPwNsZoWLa0nX5g4NT3hFV-SNJ_U3CfVa8p_EXRf_s1Q/s320/5.bmp

a.      Cash Ratio
Cash ratio adalah kemampuan perusahaan untuk membayar hutang yang harus segera dibayar atau dipengaruhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan serta efek yang segera dapat diuangkan.
Adapun hasil cash ratio yang diperoleh KPRI “Karya Sejahtera” Kabupaten Blora dapat dilihat pada tabel berikut ini :
TABEL : 4
Cash Ratio KPRI “Karya Sejahtera” Kabupaten Blora
Dari Tahun 2001 – 2005
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTKZTdokDXsmsNEuEUAGDBUfgVPMB-35czCNOFrnQyx3yDanbQ1Aq1IjRcAh-LfKP0JW8ihRiUPjAGve061FjYTFXNu6x_eIhiLLh5jKlus9WjMUI_GRfwQ0Fl3taLzoeDPWJCa9WsfVc/s320/6.bmp
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLXMkuHeO60C8aYnURS3hHUv7gsm5AzFkPqM3sKoA4NxnfvGH9nHBKy9P9xgTietdBHnkQg12IaME_dhi7QrOKBPu0GONf5PVk2H0uH-na2dWvBiEeknf9FU6XjY-OvN2fTqECeMXjO4s/s320/7.bmp

1.1. Ratio Solvabilitas KPRI “Karya Sejahter” Kabupaten Blora
Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar semua hutang-hutangnya, baik hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang. Perusahaan dikatakn solvabel apabila perusahaan tersebut mempunyai aktiva atu kekayaan yang cukup untuk membayar hutang-hutangnya.
Solvabilitas perusahaan dapat diukur dengan menggunakan beberapa ratio solvabilitas antara lain :
a.      Ratio Total Hutang dengan Modal Sendiri
Ratio ini merupakan perbandingan antara total hutang dengan modal sendiri. Manfaat ratio ini adalah untuk mengetahui jumlah setiap rupiah modal sendiri yang dijaminkan untuk membayar hutang.
TABEL : 5
Ratio Total Hutang dengan Modal Sendiri KPRI “Karya Sejahtera”
Kabupaten Blora Dari Tahun 2001 – 2005
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVABaWizMG4H1ki0hS_KsfUh-UNovvvCcFi5UwY3xVwUQon6vh2jFbBBzvJOplR2FKMnAyBkPp_BmOqL5yZ2sK-Oo56rgxhvLtQzlMIHI9-n2vkHpeNeg1c4LDbjfW6cy3UBWzUcbIbtE/s320/8.bmp
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbOu4Ce9twfD79wEt6Glpk3raChx3YKrSOAzbVqOAP9H8lVA-qdxktw7IuniV1L_5kmXoQ68RfVssuYLl-VLw2Efxk6D9kS6AnhKZqWwLkp2ygqWTrrtccZUs0EhF7sFisSgxc5mwXHcU/s320/9.bmp

a.      Ratio Total Hutang dengan Total Aktiva
Ratio ini merupakan perbandingan antara total hutang dengan total aktiva. Manfaat ratio ini adalah untuk menghitung prosentase total dana yang disediakan oleh para kreditor/dana pinjaman.
TABEL : 6
Ratio Total Hutang dengan Total Akhir KPRI “Karya Sejahtera”
Kabupaten Blora Dari Tahun 2001 – 2005
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFS5nSub92V8o_dxerXbPpw7tbM9GQLxmc91CpvootaoAtJC9jY2C7jkJYFIwYiQw4DxY5vpuIbLjH1fASRkfuEs3k8e6aRAudD3UUncrmED6BpM4kQ4rQqQqiAJiKY3Rf48nA0SB8j9g/s320/10.bmp
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdvJF4rWZVHmXDZ22AaFD3Bzz_InC6oeC9c-3q0MFHj24QbFAb59Vk7guBII6zA76V-FuKA95Rqh3Sh_T7nKF0ht4aJD6TsDEi4_8lwLk84prUhgPJhnzweKgTK8pYu3ggDFfzVwGgaZU/s320/11.bmp
Penutup
1.      Simpulan
a.       Berdasarkan analisis ratio likuiditas dapat disimpulkan bahwa :
Kinerja keuangan koperasi jika dilihat dari current ratio dapat diketahui bahwa likuiditas koperasi untuk memenuhi kewajiban finansial yang harus segera dibayar telah mengalami kenaikan dan penurunan. Sedangkan rata-rata current ratio selama lima tahun terakhir sebesar 1235,09%, maka dikatakan bahwa koperasi dalam keadaan sangat likuid, sebab aktiva lancar yang dimiliki mampu menjamin seluruh hutang lancarnya.
Jika dilihat dari quick ratio, maka dapat dikatakan bahwa koperasi juga dalam keadaan sangat likuid yang berarti kinerja keuangan koperasi baik, karena rata-rata quick ratio selama lima tahun terakhir sebesar 660,79% yang berarti setiap Rp. 1 hutang lancar akan dijamin dengan aktiva lancar sebesar EP. 6,60. Jika dilihat dari cash ratio, kinerja keuangan koperasi juga masih dikatakan sangat likuid, karena rata-rata cash ratio selama lima tahun terakhir sebesar 88,78% yang berarti setiap hutang lancar Rp. 1 akan dijamin dengan kas dan efek sebesar Rp. 0,8. Jika likuiditas yang dicapai terlalu tinggi, ini berarti bahwa aktiva lancar yang dimiliki tidak dimanfaatkan secara maksimal.
b.      Berdasarkan analisis ratio solvabilitas dapat disimpulkan bahwa :
Kinerja keuangan koperasi dikategorikan solvabel (sehat) apabila ditinjau dari tingkat solvabilitas, karena modal sendiri yang dimiliki KPRI “Karya Sejahtera” Kabupaten Blora mampu dalam menjamin seluruh hutangnya. Hal ini dibuktikan dengan perhitungan ratio total hutang dengan modal  sendiri selama lima tahun terakhir, menunjukan prosentase sebesar 47,99% ini berarti 47,99% modal sendiri digunakan untuk menjamin hutang. Sedangkan dilihat dari ratio total hutang dengan total aktiva, kinerja keuangan KPRI “Karya Sejahtera” dapat dikategorikan sehat atau solvabel karena jumlah aktiva yang dimiliki koperasi masih mampu menjamin hutang-hutangnya. Ini terbukti bahwa rata-rata Ratio hutang dengan total aktiva selama kurun waktu lima tahun terakhir sebesar 31,13% ini berarti 31,13% dana yang ada dalam perusahaan berasal dari pinjaman.
Ini berarti bahwa KPRI “Karya Sejahtera” Kabupaten Blora dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya lebih besar menggunakan dana yang berasal dari modal sendiri dan aktiva yang dimiliki. Sehingga tidak perlu meminjam dana dari kreditor yang begitu banyak. Hal ini disebabkan karena kegiatan operasi KPRI “Karya Sejahtera” tersebut masih tergolong sangat kecil, sehingga tidak perlu menambah pinjaman modal.
c.       Berdasarkan analisis ratio rentabilitas dapat disimpulkan bahwa :
Kinerja keuangan koperasi KPRI “Karya Sejahtera” Kabuptaen Blora dilihat dari ratio rentabilitas ekonomi selama lima tahun terakhir mulai dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005, koperasi tersebut dalam kemampuanmenghasilkan laba dapat dikatakan kurang baik. Hal ini terbukti dengan rata-rata rentabilitas ekonomi menunjukan angka yang terus menurun dari tahun ke tahun.
Jika dilihat dari rentabilitas modal sendiri selama lima tahun terakhir, rata-rata rentabilitas modal sendiri sebesar 5,68% ini berarti bahwa koperasi tersebut dalam kemampuan menghasilkan laba dapat dikatakan kurang baik, karean ratio rentabilitas modal sendiri selama lima tahun terakhir terus mengalami penurunan.
Keadaan ini disebabkan karena makin berkurangnya pelanggan KPRI “Karya Sejahtera” Kabupaten Blora sehingga perolehan laba tiap tahunnya selama 5 tahun terakhir terus mengalami penurunan.
2.      Saran-saran
a.       Untuk ratio likuiditas sangat baik, karena aktiva lancarnya sudah cukup untuk memenuhi kewajiban lancarnya. Untuk itu perlu memanfaatkan aktiva yang menganggur atau tidak dipakai dengan cara melakukan investasi.
b.      Untuk ratio solvabilitas sudah cukup baik, hanya saja pada tahun 2005 tingkat kenaikan, sehingga hal ini perlu mendapatkan perhatian dari koperasi.
c.       Untuk ratio rentabilitas ekonomi kurang baik sebab mengalami penurunan setiap tahunnya. Begitu juga dengan ratio rentabilitas modal sendiri selama lima tahun terakhir menunjukkan hasil yang kurang baik, berarti perusahaan dalam memperoleh laba masih kurang baik. Oleh karena itu, koperasi hendaknya memperhatikan ketika menambah modal atau aktiva, serta mengurangi atau menekan biaya-biaya dengan cara meningkatkan kualitas penjualan, agar laba.
d.      Penjualan dapat dicapai hasil yang baik serta dapat menciptakan efisiensi penggunaan modal.


 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar